Sunday, 9 October 2016

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dan Ciri-cirinya

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dan Ciri-cirinya
Manusia seperti halnya makhluk hidup yang lain, dapat tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dengan baik, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor yang datangnya dari luar, maupun dari dalam tubuh sendiri.
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor keturunan dan hormon pertumbuhan. Faktor keturunan adalah faktor yang diturunkan dari orang tua. Sebagai contoh, bila orang tua kita bertubuh tinggi, maka ada kemungkinan anak-anaknya akan bertubuh tinggi.
Hormon adalah zat yang dikeluarkan oleh tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai proses di dalam tubuh. Hormon pertumbuhan adalah hormon yang bekerja untuk mengatur pertumbuhan. Kekurangan atau kelebihan hormon pertumbuhan dapat mengganggu proses pertumbuhan. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan misalnya adalah makanan dan air. Agar tumbuh dengan baik, maka dibutuhkan makanan dan air yang cukup. Zat-zat makanan dibutuhkan dalam proses pembelahan sel dan proses-proses lainnya.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan setelah manusia dilahirkan terdiri atas beberapa tahap, yaitu bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan mati. Tahap bayi dimulai sejak janin dilahirkan sampai usia beberapa bulan dan dilanjutkan ke tahap anak-anak. Pertumbuhan anak laki-laki dan anak perempuan sampai usia 12 tahun kecepatannya seimbang.
Fase atau tahap remaja disebut juga masa puber adalah tahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Pada masa ini juga alat kelamin sudah mampu menghasilkan sel kelamin. Masa ini dimulai pada usia 11 sampai 13 tahun. Tahap ini ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder yang berupa perubahan-perubahan pada tubuh. Perubahan yang terjadi pada anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. Biasanya anak perempuan lebih cepat mengalami masa puber dibandingkan dengan anak laki-laki. Masa puber diakhiri pada menjelang usia 21 tahun.
Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan antara lain adalah terjadinya menstruasi, membesarnya payudara dan pinggul, serta tumbuhnya rambut di bagian-bagian tertentu seperti di ketiak dan kemaluan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki ditandai dengan terjadinya beberapa perubahan, yaitu suara menjadi besar atau parau, dada bertambah bidang, munculnya jakun, dan tumbuhnya kumis atau jambang.
 Perubahan- perubahan yang terjadi pada masa puber di pengaruhi oleh hormon kelamin. Hormon kelamin dikeluarkan oleh kelenjar kelamin. Kelenjar kelamin pada laki-laki disebut testis, sedangkan kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium. Hormon kelamin pada perempuan, yaitu hormon progesterone dan estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Hormon kelamin pada laki-laki adalah hormon testosteron yang dikeluarkan oleh testis.

No comments:

Post a Comment