Uji Pemahaman
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan fungsi rangka bagi tubuh!
2. Di lihat dari unsur pembentuknya, rangka atau tulang terdiri dari tulang rawan dan tulang keras. Jelaskan makna keduanya!
3. Tulang keras terdiri dari beberapa bentuk, Jelaskan dan berikan contoh masing-masing satu!
4. Tulang-tulang apa saja yang membentuk:
a. rangka tengkorak
b. rangka badan
c. rangka anggota gerak
5. Apakah persendian itu?
6. Ditinjau dari gerakannya, persendian terbagi menjadi tiga bagian Jelaskan satu persatu!
7. Berikan contoh masing-masing dari persendian berikut:
a. sendi mati
b. sendi kaku
c. sendi gerak
d. sendi engsel
e. sendi peluru
f. sendi putar
g. sendi pelana
8. Apa yang menyebabkan kelainan bentuk pada tulang?
9. Sebutkan berbagai kelainan bentuk pada tulang? Jelaskan faktor penyebabnya!
10. Jelaskan rangka pada:
a. Binatang tidak bertulang punggung
b. Binatang bertulang punggung
C. Soal Pilihan
1. Pernyataan manakah yang bukan merupakan ciri tulang rawan?
A. jaringan tulang rawan tersusun dari sel tulang rawan (kondrosit)
B. matriks pada tulang rawan banyak mengandung kondrin
C. jaringa tulang rawan banyak mengandung pembuluh darah dan saraf
D. sel tulang rawan terletak pada rongga disebut lakuna
2. Jaringan tulang rawan yang lentur berbeda dengan tulang keras dalam hal....
A. susunan matriksnya
B. umumya
C. ukurannya
D. bentuknya
3. Berikut ini adalah fungsi rangka, kecuali
A. memberi bentuk dan penegak tubuh
B. melindungi bagian-bagian tubuh yang vital
C. sebagai tempat melekatnya otot
D. sebagai alat gerak aktif
4. Seseorang menemukan rangka seekor kucing yang bentuknya pipih, kemungkinan yang benar tulang tersebut adalah tulang..
A. ruas jari kaki
B. belikat
C. paha
D. lengan atas
5. Ruas-ruas tulang punggung manusia terdiri dari....
A. 30 buah
B. 32 buah
C. 33 buah
D. 35 buah
6. Rusuk melayang pada dada manusia terdapat....
A. 7 pasang
B. 3 pasang
C. 12 pasang
D. 2 pasang
7. Sendi yang terdapat pada ruas-ruas jari tangan adalah sendi....
A. peluru
B. engsel
C. putar
D. pelana
8. Kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang bengkok ke samping disebut....
A. Lordosis
B. Kifosis
C. Skoliosis
D. Rachitis
9. Organisme berikut yang rangkanya berupa rangka dalam (endoskeleton) adalah ....
A. belalang
B. kepiting
C. landaklaut
D. udang
10. Otot polos dapat dibedakan dengan otot jantung, karena pada otot polos ....
A. letak intinya ditengah
B. tidak mempunyai garis gelap dan terang
C. gerakannya dipengaruhi oleh saraf autonom
D. kerjanya tidak mudah lelah
11. Pernyataan yang bukan menunjukan sifat otot lurik adalah....
A. inti selnya banyak terletak di tengah
B. kerjanya cepat tetapi mudah lelah
C. kerjanya dipengaruhi oleh saraf sadar
D. memperlihatkan garis gelap dan terang
12. Otot polos dapat ditemukan pada organ
A. lidah
B. ginjal
C. kelopakmata
D. lengan
13. Otot berperan sebagai alat gerak, karena mempunyai sifat....
A. elastisitas
B. responsibilitas
C. kondukti vitas
D. kontraktibilitas
14. Tulang rawan elastis dapat dijumpai pada....
A. tulang kemaluan
B. daun telinga
C. trakea
D. ujung tulang panjang
15. Otot rangka melekat pada tulang melalui
A. ligamen
B. tendon
C. insersio
D. origo
Monday, 10 October 2016
Jenis-Jenis Otot
Jenis-jenis Otot
Dilihat dari struktumya sel-sel otot terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
a. Otot Polos
Otot polos memiliki ciri-ciri umum seperti berikut:
1) sel-sel berbentuk gelendong, yakni kedua ujungnya meruncing;
2) setiap sel memiliki satu inti yang terletak di tengah;
3) warnanya polos dengan sitoplasmanya bening;
4) gerakannya lamban;
5) gerakannya dipengaruhi oleh saraf autonom;
6) kerjanya tidak dipengaruhi kehendak kita dan bergerak tidak kita sadari; serta
7) membentuk lapisan otot pada dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin, dan saluran ekskresi.
b. Otot Lurik
Otot lurik memiliki ciri-ciri seperti berikut:
1) bentuk selnya panjang,
2) sel-selnya tidak berbatas jelas,
3) tidak terdapat percabangan,
4) terdapat garis-garis melintang gelap dan terang saling bergantian sehingga menyerupai lurik,
5) sel-selnya memiliki banyak inti yang terletak di pinggir
6) gerakannya dipengaruhi oleh kehendak kita (saraf sadar), dengan demikian merupakan otot sadar,
7) membentuk otot rangka yang menempel pada tulang/rangka,
8) gerakannya cepat, menyebabkan timbulnya gerakan tubuh,dan
9) kerjanya kuat, tetapi ada periode istirahat.
c. Otot Jantung
Otot jantung memiliki ciri-ciri seperti berikut:
1) terdapatpada jantung,
2) sel-selnya tidak berbatas jelas,
3) bentuknya panjang-panjang, seperti otot lurik,
4) terdapat cabang-cabang,
5) pada sitoplasmanya terdapat daerah terang dan daerah gelap, sehingga hampir mirip dengan otot lurik,
6) kerjanya lambat, tetapi tahan kelelahan,
7) gerakannya tidak dipengaruhi oleh kemauan kita, dan
8) memiliki banyak inti, tetapi berada di tengah-tengah sel.
Dilihat dari struktumya sel-sel otot terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
a. Otot Polos
Otot polos memiliki ciri-ciri umum seperti berikut:
1) sel-sel berbentuk gelendong, yakni kedua ujungnya meruncing;
2) setiap sel memiliki satu inti yang terletak di tengah;
3) warnanya polos dengan sitoplasmanya bening;
4) gerakannya lamban;
5) gerakannya dipengaruhi oleh saraf autonom;
6) kerjanya tidak dipengaruhi kehendak kita dan bergerak tidak kita sadari; serta
7) membentuk lapisan otot pada dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin, dan saluran ekskresi.
b. Otot Lurik
Otot lurik memiliki ciri-ciri seperti berikut:
1) bentuk selnya panjang,
2) sel-selnya tidak berbatas jelas,
3) tidak terdapat percabangan,
4) terdapat garis-garis melintang gelap dan terang saling bergantian sehingga menyerupai lurik,
5) sel-selnya memiliki banyak inti yang terletak di pinggir
6) gerakannya dipengaruhi oleh kehendak kita (saraf sadar), dengan demikian merupakan otot sadar,
7) membentuk otot rangka yang menempel pada tulang/rangka,
8) gerakannya cepat, menyebabkan timbulnya gerakan tubuh,dan
9) kerjanya kuat, tetapi ada periode istirahat.
c. Otot Jantung
Otot jantung memiliki ciri-ciri seperti berikut:
1) terdapatpada jantung,
2) sel-selnya tidak berbatas jelas,
3) bentuknya panjang-panjang, seperti otot lurik,
4) terdapat cabang-cabang,
5) pada sitoplasmanya terdapat daerah terang dan daerah gelap, sehingga hampir mirip dengan otot lurik,
6) kerjanya lambat, tetapi tahan kelelahan,
7) gerakannya tidak dipengaruhi oleh kemauan kita, dan
8) memiliki banyak inti, tetapi berada di tengah-tengah sel.
Kelainan Tulang atau Bentuk Rangka Tubuh
Kelainan Tulang atau Bentuk Rangka Tubuh
Bentuk tubuh manusia dipengaruhi oleh rangka tubuh. Oleh karena itu, apabila terjadi kelainan pada rangka/tulang dapat menyebabkan berubahnya bentuk tubuh. Kelainan bentuk tulang/rangka, disebabkan sikap dan kebiasaan yang salah. Selain itu kelainan bentuk tulang dapat pula disebabkan oleh:
a. patah tulang pipa (fraktura),
b. rusaknya selaput pembugkus tulang, sehingga menyebabkan sel-sel tulang mati, dan
c. infeksi pada persendian.
Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang/rangka di antaranya seperti berikut;
a. Kebiasaan duduk yang terlalu condong ke belakang dapat menyebabkan bentuk tulang belakang melengkung bagian atas dan bawahnya. Kelainan bentuk tulang ini disebut lordosis.
b. Kebiasaan duduk yang terlalu condong ke depan dapat menyebabkan bentuk tulang belakang melengkung (membungkuk) ke depan. Kelainan bentuk tulang belakang ini disebut kifosis.
c. Kebiasaan yang senantiasa memikul beban di bahu kiri terus menerus, akibatnya bentuk tulang punggung menjadi miring ke kanan. Kebiasaan memikul beban di bahu kanan terus menerus, menyebabkan bentuk tulang belakang miring ke kiri. Kelainan bentuk tulang ini disebut skoliosis.
Selain itu kelainan tulang dapat pula disebabkan oleh:
a. Bakteri penyebab sifilis yang di derita ibu hamil, dapat menyebabkan cacat pada tulang anggota gerak pada bayi yang dilahirkannya;
b. Virus polio yang menyerang bayi dapat menyebabkan kaki bayi tersebut kecil tulang belulangnya;
c. Bakteri atau virus yang menyerang persendian dapat menyebabkan pergerakan sendi terganggu;
d. Kekurangan vitamin D serta
e. Kekurangan zat kapur pada tubuh.
Bentuk tubuh manusia dipengaruhi oleh rangka tubuh. Oleh karena itu, apabila terjadi kelainan pada rangka/tulang dapat menyebabkan berubahnya bentuk tubuh. Kelainan bentuk tulang/rangka, disebabkan sikap dan kebiasaan yang salah. Selain itu kelainan bentuk tulang dapat pula disebabkan oleh:
a. patah tulang pipa (fraktura),
b. rusaknya selaput pembugkus tulang, sehingga menyebabkan sel-sel tulang mati, dan
c. infeksi pada persendian.
Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang/rangka di antaranya seperti berikut;
a. Kebiasaan duduk yang terlalu condong ke belakang dapat menyebabkan bentuk tulang belakang melengkung bagian atas dan bawahnya. Kelainan bentuk tulang ini disebut lordosis.
b. Kebiasaan duduk yang terlalu condong ke depan dapat menyebabkan bentuk tulang belakang melengkung (membungkuk) ke depan. Kelainan bentuk tulang belakang ini disebut kifosis.
c. Kebiasaan yang senantiasa memikul beban di bahu kiri terus menerus, akibatnya bentuk tulang punggung menjadi miring ke kanan. Kebiasaan memikul beban di bahu kanan terus menerus, menyebabkan bentuk tulang belakang miring ke kiri. Kelainan bentuk tulang ini disebut skoliosis.
Selain itu kelainan tulang dapat pula disebabkan oleh:
a. Bakteri penyebab sifilis yang di derita ibu hamil, dapat menyebabkan cacat pada tulang anggota gerak pada bayi yang dilahirkannya;
b. Virus polio yang menyerang bayi dapat menyebabkan kaki bayi tersebut kecil tulang belulangnya;
c. Bakteri atau virus yang menyerang persendian dapat menyebabkan pergerakan sendi terganggu;
d. Kekurangan vitamin D serta
e. Kekurangan zat kapur pada tubuh.
Persendian (Persambungan Antar Tulang)
Persendian (Persambungan Antartulang)
Tulang-tulang rangka bersambungan satu sama lain, sehingga membentuk rangka tubuh yang utuh.Sambungan tulang-tulang (persendian) ini dapat dikelompokkan berdasarkan kebebasannya bergerak menjadi tiga kelompok, di antaranya sendi mati, sendi kaku, serta sendi gerak.
a. Sendi Mati
Sendi mati adalah sambungan antartulang yang satu dengan tulang yang lainnya tidak dapat digerakan. Contoh: persendian pada tulang-tulang tengkorak
b. Sendi Kaku
Sendi kaku adalah sambungan antar tulang yang memungkinkan sedikit gerakan.Contoh:
1) persendian pada tulang-tulang rusuk dan tulang-tulang dada.
2) persendian tulang-tulang pergelangan tangan dan tulang-tulang pergelangan kaki.
c. Sendi Gerak
Sendi gerak adalah sambungan antartulang yang dapat di gerakan secara bebas. Contoh: Persendian antarruas tulang atlas dan tulang pemutas. Adanya kebebasan bergerak pada sendi gerak karena pada kedua ujung tulang yang bersambungan membentuk rongga sendi yang berisi cairan sinovial sebagai cairan pelumas.
Berdasarkan arah gerakannya, sendi gerak terbagi menjadi lima jenis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana.
1) Sendi Peluru
Sendi peluru dibentuk oleh dua macam tulang. Tulang yang satu berbentuk bonggol dan tulang yang lainnya berbentuk mangkuk. Dengan demikian ujung tulang yang berbentuk bonggol dapat dengan tepat masuk ke dalam ujung tulang yang berbentuk mangkuk. Akibatnya arah gerakannya dapat ke segala arah.
Contoh:
a) Persendian pada pangkal lengan, yaitu tulang lengan atas dengan tulang belikat.
b) Persendian pada pangkal paha, yakni antara tulang paha dengan tulang panggul.
2) Sendi Engsel
Sendi engsel adalah sambungan antar tulang, yakni antara ujung tulang yang berbentuk bonggol panjang dengan ujung tulang lainnya yang berbentuk alur. Akibatnya dapat memungkinkan terjadi gerakan ke satu arah, seperti pintu.
Contoh:
a) persendian antara tulang paha dengan tulang kering
b) persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta
c) persendian pada ruas-ruas jari.
3) Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar (rotasi). Hal ini dimungkinkan karena pada sendi putar ujung tulang yang bersambungan tulang yang satu berupa tonjolan masuk ke dalam lubang tulang yang lainnya yang berupa lekukan atau sebaliknya.
Contoh:
a) tulang pengumpil berguling pada tulang hasta akibatnya telapak tangan dapat telungkup dan telentang.
b) tulang atlas pada tulang tengkorak terdapat tulang pemutar yang memungkinkan kepala dapat bergerak berputar.
4) Sendi Pelana
Sendi pelana adalah persendian yang gerakannya dapat dilakukan ke dua arah. Hal ini disebabkan karena sendi ini berporos dua. Gerakan yang ditimbulkannya seperti orang sedang naik kuda.
Tulang-tulang rangka bersambungan satu sama lain, sehingga membentuk rangka tubuh yang utuh.Sambungan tulang-tulang (persendian) ini dapat dikelompokkan berdasarkan kebebasannya bergerak menjadi tiga kelompok, di antaranya sendi mati, sendi kaku, serta sendi gerak.
a. Sendi Mati
Sendi mati adalah sambungan antartulang yang satu dengan tulang yang lainnya tidak dapat digerakan. Contoh: persendian pada tulang-tulang tengkorak
b. Sendi Kaku
Sendi kaku adalah sambungan antar tulang yang memungkinkan sedikit gerakan.Contoh:
1) persendian pada tulang-tulang rusuk dan tulang-tulang dada.
2) persendian tulang-tulang pergelangan tangan dan tulang-tulang pergelangan kaki.
c. Sendi Gerak
Sendi gerak adalah sambungan antartulang yang dapat di gerakan secara bebas. Contoh: Persendian antarruas tulang atlas dan tulang pemutas. Adanya kebebasan bergerak pada sendi gerak karena pada kedua ujung tulang yang bersambungan membentuk rongga sendi yang berisi cairan sinovial sebagai cairan pelumas.
Berdasarkan arah gerakannya, sendi gerak terbagi menjadi lima jenis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana.
1) Sendi Peluru
Sendi peluru dibentuk oleh dua macam tulang. Tulang yang satu berbentuk bonggol dan tulang yang lainnya berbentuk mangkuk. Dengan demikian ujung tulang yang berbentuk bonggol dapat dengan tepat masuk ke dalam ujung tulang yang berbentuk mangkuk. Akibatnya arah gerakannya dapat ke segala arah.
Contoh:
a) Persendian pada pangkal lengan, yaitu tulang lengan atas dengan tulang belikat.
b) Persendian pada pangkal paha, yakni antara tulang paha dengan tulang panggul.
2) Sendi Engsel
Sendi engsel adalah sambungan antar tulang, yakni antara ujung tulang yang berbentuk bonggol panjang dengan ujung tulang lainnya yang berbentuk alur. Akibatnya dapat memungkinkan terjadi gerakan ke satu arah, seperti pintu.
Contoh:
a) persendian antara tulang paha dengan tulang kering
b) persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta
c) persendian pada ruas-ruas jari.
3) Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar (rotasi). Hal ini dimungkinkan karena pada sendi putar ujung tulang yang bersambungan tulang yang satu berupa tonjolan masuk ke dalam lubang tulang yang lainnya yang berupa lekukan atau sebaliknya.
Contoh:
a) tulang pengumpil berguling pada tulang hasta akibatnya telapak tangan dapat telungkup dan telentang.
b) tulang atlas pada tulang tengkorak terdapat tulang pemutar yang memungkinkan kepala dapat bergerak berputar.
4) Sendi Pelana
Sendi pelana adalah persendian yang gerakannya dapat dilakukan ke dua arah. Hal ini disebabkan karena sendi ini berporos dua. Gerakan yang ditimbulkannya seperti orang sedang naik kuda.
Tulang Penyusun Rangka Tubuh
Tulang Penyusun Rangka Tubuh
Rangka tubuh manusia tersusun dari tulang-tulang yang bentuknya berbeda-beda, ada yang pipih, pipa, maupun yang pendek. Bila dihitung, jumlah tulang penyusun rangka tubuh lebih kurang 206 ruas tulang. Susunan tulang yang membentuk rangka dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yakni kelompok tulang penyusun tengkorak, penyusun tubuh, dan alat gerak/anggota tubuh.
Antara tulang yang satu dengan yang lain saling berhubungan melalui
jaringan ikat disebut ligamen
a. Tulang-tulang Tengkorak (Kepala)
Tulang-tulang pembentuk tengkorak terbagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok bagian kepala dan bagian muka.
1) Kelompok Tulang Bagian Kepala
Kelompok tulang bagian kepala terdiri dari 10 kepingan tulang pipih yang berongga dan di dalamnya berisi sumsum merah. Kesepuluh keping tulang itu di antaranya:
a) 1 tulang dahi,
b) 2 tulang ubun-ubun,
c) 1 tulang tengkorak belakang,
d) 2 tulang baji,
e) 2 tulang tapis, dan
f) 2 tulang pelipis.
Tulang dahi dan tulang ubun-ubun bersambung, tetapi sewaktu bayi proses penyambungan ini terakhir terbentuk. Sehingga bayi yang baru lahir pada bagian ubun-ubunnya sering terlihat masih berdenyut atau masih terasa lunak.
2) Kelompok Tulang Bagian Wajah
Tulang-tulang yang membentuk wajah manusia terdiri dari 13 kepingan tulang, di antaranya:
a) 2 tulang rahang atas,
b) 2 tulang rahang bawah,
c) 2 tulang pipi,
d) 2 tulang langit-langit,
e) 2 tulang hidung,
f) 2 tulang air mata, serta
g) 1 tulang lidah.
b. Tulang–tulang Badan
Rangka badan memiliki bentuk dan ukuran tulang yang beranekaragam. Kelompok tulang pembentuk rangka badan terbagi ke dalam lima kelompok, yakni kelompok tulang punggung, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang panggul.
1) Kelompok Tulang Punggung
Kelompok tulang belakang bentuknya berderet sambung menyambung membentuk sumbu tubuh. Pada setiap ruasnya terdapat lubang yang apabila disambungkan setiap ruasnya membentuk sebuah saluran. Dalam saluran ini terdapat sumsum tulang belakang yang merupakan kelanjutan dari otak.
Kelompok tulang punggung terdiri dari 33 buah tulang, yaitu sebagai berikut:
a) 7 ruas tulang leher,
b) 12 ruas tulang punggung,
c) 5 ruas tulang pinggang,
d) 5 ruas tulang kelangkang, serta
e) 4 ruas tulang ekor.
2) Tulang Dada
Tulang dada hanya satu buah yang letaknya di sebelah depan. Tetapi walaupun hanya satu, tulang dada terdiri dari tiga bagian, di antaranya bagian hulu, badan, serta taju pedang. Bagian taju pedang atau pedang-pedangan terbentuk dari tulang rawan.
3) Kelompok Tulang Rusuk
Tulang-tulang rusuk memiliki bentuk yang panjang, melengkung, dan pipih. Setiap bagian dari tulang rusuk itu bersambungan dengan ruas-ruas tulang belakang.Tulang rusuk berjumlah 12 pasang yang terdiri dari
a) 7 pasang rusuk sejati,
b) 3 pasang rusuk palsu, serta
c) 2 pasang rusuk melayang.
Ketujuh pasang tulang rusuk sejati bersambungan langsung dengan tulang dada. Tetapi pasangan tulang rusuk palsu sebelum bersambungan dengan tulang dada terlebih dahulu menyatu. Tulang rusuk melayang tidak bersambungan dengan tulang dada selain itu bentuknya lebih pendek dibandingkan dengan tulang rusuk lainnya.
4) Kelompok Tulang/Gelang Bahu
Tulang bahu bentuknya lurus, pipih, dan agak panjang.Tulang-tulang penyusunnya terdiri dari dua bagian, yaitu:
a) 2 buah tulang belikat, dan
b) 2 buah tulang selangka.
5) Kelompok Tulang/Gelang Panggul
Kelompok tulang/gelang panggul terdiri dari 6 buah, dengan susunan sebagai berikut:
a) 2 buah tulang usus,
b) 2 buah tulang duduk, serta
c) 2 buah tulang kemaluan.
Antara tulang duduk dan tulang kemaluan bersambungan yang sambungannya disebut simfisis pubis. Pada tulang panggul tempat terdapat lekukan bulat sebagai tempat bersambungnya tulang paha.Tulang panggul pria berbeda dengan wanita. Tulang panggul wanita lebih lebar. Hal ini sebagai tempat kandungan dan memudahkan melahirkan.
c. Tulang-tulang anggota gerak
Anggota gerak manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu anggota gerak atas disebut lengan dan anggota gerak bawah disebut tungkai atau kaki.
1) Anggota Gerak Atas (Lengan)
Anggota gerak atas terdiri dari anggota gerak kiri dan kanan. Setiap bagian (kiri dan kanan) tersusun dari tulang-tulang seperti berikut:
a) 1 tulang lengan atas yang bentuknya panjang seperti pipa dan ujungnya berbentuk bonggol. Tulang lengan memiliki rongga yang di dalamnya terdapat sumsum kuning.
b) 1 buah tulang hasta yang pada bagian atasnya berupa siku tangan, sedangkan ujung bawahnya sesuai dengan arah letak kelinking.
c) 1 buah tulang pengumpil yang merupakan pasangan dari tulang hasta. Bagian atas berupa siku tangan dan bagian bawahnya sesuai dengan arah letak ibu jari. Tulang hasta dan pengumpil pada bagian bawahnya bersambungan dengan tulang-tulang pergelangan tangan.
d). 8 buah tulang pergelangan tangan yang bentuknya seperti potongan tulang-tulang kecil.
e). 5 buah tulang telapak tangan yang bentuknya kecil-kecil seperti tongkat-tongkat kecil dengan bonggol di masing-masing ujungnya.
f). 14 buah ruas-ruas tulang jari tangan yang bentuknya sama dengan tulang telapak angan.
2) Anggota Gerak Bawah (Tungkai/Kaki)
Seperti halnya dengan anggota gerak atas, anggota gerak bawah pun terdiri dari dua bagian yaitu bagian kiri dan bagian kanan. Setiap bagian terdiri dari:
a) 1 buah tulang paha yang memiliki bentuk seperti pipa panjang. Pada bagian ujung atas berupa bonggol yang bersendi pada lekukan tulang panggul. Sedangkan bagian bawahnya bersendi pada tulang kering dan pada bagian depannya terdapat tulang tempurung lutut. Rongga tulang paha ini berisi sumsum kuning.
b) 1 buah tulang tempurung lutut,
c) 1 buah tulang kering yang bagian ujungnya bersendi dengan tulang paha, sedangkan bagian bawahnya bersambungan dengan tulang pergelangan kaki. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum kuning.
d) 1 buah tulang betis yang bentuk dan ukurannya lebih kecil bila dibandingkandengan tulang kering. Di dalam rongganya berisi sumsum kuning.
e) 7 buah pergelangan kaki yang memiliki bentuk kecil-kecil tidak teratur.
f) 5 buah tulang telapak kaki yang memiliki bentuk hampir sama dengan tulang pergelangan.
g) 14 buah ruas tulang jari kaki yang memiliki bentuk tidak teratur dan kecil- kecil.
Rangka tubuh manusia tersusun dari tulang-tulang yang bentuknya berbeda-beda, ada yang pipih, pipa, maupun yang pendek. Bila dihitung, jumlah tulang penyusun rangka tubuh lebih kurang 206 ruas tulang. Susunan tulang yang membentuk rangka dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yakni kelompok tulang penyusun tengkorak, penyusun tubuh, dan alat gerak/anggota tubuh.
Antara tulang yang satu dengan yang lain saling berhubungan melalui
jaringan ikat disebut ligamen
a. Tulang-tulang Tengkorak (Kepala)
Tulang-tulang pembentuk tengkorak terbagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok bagian kepala dan bagian muka.
1) Kelompok Tulang Bagian Kepala
Kelompok tulang bagian kepala terdiri dari 10 kepingan tulang pipih yang berongga dan di dalamnya berisi sumsum merah. Kesepuluh keping tulang itu di antaranya:
a) 1 tulang dahi,
b) 2 tulang ubun-ubun,
c) 1 tulang tengkorak belakang,
d) 2 tulang baji,
e) 2 tulang tapis, dan
f) 2 tulang pelipis.
Tulang dahi dan tulang ubun-ubun bersambung, tetapi sewaktu bayi proses penyambungan ini terakhir terbentuk. Sehingga bayi yang baru lahir pada bagian ubun-ubunnya sering terlihat masih berdenyut atau masih terasa lunak.
2) Kelompok Tulang Bagian Wajah
Tulang-tulang yang membentuk wajah manusia terdiri dari 13 kepingan tulang, di antaranya:
a) 2 tulang rahang atas,
b) 2 tulang rahang bawah,
c) 2 tulang pipi,
d) 2 tulang langit-langit,
e) 2 tulang hidung,
f) 2 tulang air mata, serta
g) 1 tulang lidah.
b. Tulang–tulang Badan
Rangka badan memiliki bentuk dan ukuran tulang yang beranekaragam. Kelompok tulang pembentuk rangka badan terbagi ke dalam lima kelompok, yakni kelompok tulang punggung, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang panggul.
1) Kelompok Tulang Punggung
Kelompok tulang belakang bentuknya berderet sambung menyambung membentuk sumbu tubuh. Pada setiap ruasnya terdapat lubang yang apabila disambungkan setiap ruasnya membentuk sebuah saluran. Dalam saluran ini terdapat sumsum tulang belakang yang merupakan kelanjutan dari otak.
Kelompok tulang punggung terdiri dari 33 buah tulang, yaitu sebagai berikut:
a) 7 ruas tulang leher,
b) 12 ruas tulang punggung,
c) 5 ruas tulang pinggang,
d) 5 ruas tulang kelangkang, serta
e) 4 ruas tulang ekor.
2) Tulang Dada
Tulang dada hanya satu buah yang letaknya di sebelah depan. Tetapi walaupun hanya satu, tulang dada terdiri dari tiga bagian, di antaranya bagian hulu, badan, serta taju pedang. Bagian taju pedang atau pedang-pedangan terbentuk dari tulang rawan.
3) Kelompok Tulang Rusuk
Tulang-tulang rusuk memiliki bentuk yang panjang, melengkung, dan pipih. Setiap bagian dari tulang rusuk itu bersambungan dengan ruas-ruas tulang belakang.Tulang rusuk berjumlah 12 pasang yang terdiri dari
a) 7 pasang rusuk sejati,
b) 3 pasang rusuk palsu, serta
c) 2 pasang rusuk melayang.
Ketujuh pasang tulang rusuk sejati bersambungan langsung dengan tulang dada. Tetapi pasangan tulang rusuk palsu sebelum bersambungan dengan tulang dada terlebih dahulu menyatu. Tulang rusuk melayang tidak bersambungan dengan tulang dada selain itu bentuknya lebih pendek dibandingkan dengan tulang rusuk lainnya.
4) Kelompok Tulang/Gelang Bahu
Tulang bahu bentuknya lurus, pipih, dan agak panjang.Tulang-tulang penyusunnya terdiri dari dua bagian, yaitu:
a) 2 buah tulang belikat, dan
b) 2 buah tulang selangka.
5) Kelompok Tulang/Gelang Panggul
Kelompok tulang/gelang panggul terdiri dari 6 buah, dengan susunan sebagai berikut:
a) 2 buah tulang usus,
b) 2 buah tulang duduk, serta
c) 2 buah tulang kemaluan.
Antara tulang duduk dan tulang kemaluan bersambungan yang sambungannya disebut simfisis pubis. Pada tulang panggul tempat terdapat lekukan bulat sebagai tempat bersambungnya tulang paha.Tulang panggul pria berbeda dengan wanita. Tulang panggul wanita lebih lebar. Hal ini sebagai tempat kandungan dan memudahkan melahirkan.
c. Tulang-tulang anggota gerak
Anggota gerak manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu anggota gerak atas disebut lengan dan anggota gerak bawah disebut tungkai atau kaki.
1) Anggota Gerak Atas (Lengan)
Anggota gerak atas terdiri dari anggota gerak kiri dan kanan. Setiap bagian (kiri dan kanan) tersusun dari tulang-tulang seperti berikut:
a) 1 tulang lengan atas yang bentuknya panjang seperti pipa dan ujungnya berbentuk bonggol. Tulang lengan memiliki rongga yang di dalamnya terdapat sumsum kuning.
b) 1 buah tulang hasta yang pada bagian atasnya berupa siku tangan, sedangkan ujung bawahnya sesuai dengan arah letak kelinking.
c) 1 buah tulang pengumpil yang merupakan pasangan dari tulang hasta. Bagian atas berupa siku tangan dan bagian bawahnya sesuai dengan arah letak ibu jari. Tulang hasta dan pengumpil pada bagian bawahnya bersambungan dengan tulang-tulang pergelangan tangan.
d). 8 buah tulang pergelangan tangan yang bentuknya seperti potongan tulang-tulang kecil.
e). 5 buah tulang telapak tangan yang bentuknya kecil-kecil seperti tongkat-tongkat kecil dengan bonggol di masing-masing ujungnya.
f). 14 buah ruas-ruas tulang jari tangan yang bentuknya sama dengan tulang telapak angan.
2) Anggota Gerak Bawah (Tungkai/Kaki)
Seperti halnya dengan anggota gerak atas, anggota gerak bawah pun terdiri dari dua bagian yaitu bagian kiri dan bagian kanan. Setiap bagian terdiri dari:
a) 1 buah tulang paha yang memiliki bentuk seperti pipa panjang. Pada bagian ujung atas berupa bonggol yang bersendi pada lekukan tulang panggul. Sedangkan bagian bawahnya bersendi pada tulang kering dan pada bagian depannya terdapat tulang tempurung lutut. Rongga tulang paha ini berisi sumsum kuning.
b) 1 buah tulang tempurung lutut,
c) 1 buah tulang kering yang bagian ujungnya bersendi dengan tulang paha, sedangkan bagian bawahnya bersambungan dengan tulang pergelangan kaki. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum kuning.
d) 1 buah tulang betis yang bentuk dan ukurannya lebih kecil bila dibandingkandengan tulang kering. Di dalam rongganya berisi sumsum kuning.
e) 7 buah pergelangan kaki yang memiliki bentuk kecil-kecil tidak teratur.
f) 5 buah tulang telapak kaki yang memiliki bentuk hampir sama dengan tulang pergelangan.
g) 14 buah ruas tulang jari kaki yang memiliki bentuk tidak teratur dan kecil- kecil.
Bentuk-Bentuk Tulang
Bentuk-bentuk Tulang
Ditinjau dari bentuknya, tulang keras terdiri dari tiga bentuk, di antaranya tulang pipa, tulang pipih, serta tulang pendek.
a. Tulang Pipa
Bentuk tulang pipa umumnya bulat panjang menyerupai pipa. Pada bagian ujungnya terdapat bonggol, serta di dalamnya terdapat sumsum kuning. Bila kamu memegang tulang pipa dapat ditentukan bagian-bagiannya, di antaranya:
1) bagian tengahnya disebut diafise;
2) bagian ujung-ujungnya disebut epifise; serta
3) antara diafise dan epifise disebut cakram epifise.Tulang-tulang tubuh manusia yang berbentuk tulang pipa diantaranya tulang lengan, tulang paha, tulang kering, tulang betis, dan lain-lain.
b. Tulang Pipih
Tulang pipih bentuknya pipih dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum merah. Sumsum merah merupakan tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Tulang-tulang yang termasuk kelompok tulang pipih di antaranya tulang belikat, tulang dada, tulang panggul, tulang tengkorak, tulang bahu, dan lain-lain.
c. Tulang Pendek
Tulang pendek bentuknya tidak beraturan dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum merah dengan fungsi yang sama. Beberapa tulang yang termasuk kelompok tulang pendek di antaranya tulang jari-jari kaki, telapak kaki, tulang telapak tangan, jari-jari tangan, tulang pergelangan tangan, ruas-ruas tulang belakang, dan lain-lain.
Ditinjau dari bentuknya, tulang keras terdiri dari tiga bentuk, di antaranya tulang pipa, tulang pipih, serta tulang pendek.
a. Tulang Pipa
Bentuk tulang pipa umumnya bulat panjang menyerupai pipa. Pada bagian ujungnya terdapat bonggol, serta di dalamnya terdapat sumsum kuning. Bila kamu memegang tulang pipa dapat ditentukan bagian-bagiannya, di antaranya:
1) bagian tengahnya disebut diafise;
2) bagian ujung-ujungnya disebut epifise; serta
3) antara diafise dan epifise disebut cakram epifise.Tulang-tulang tubuh manusia yang berbentuk tulang pipa diantaranya tulang lengan, tulang paha, tulang kering, tulang betis, dan lain-lain.
b. Tulang Pipih
Tulang pipih bentuknya pipih dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum merah. Sumsum merah merupakan tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Tulang-tulang yang termasuk kelompok tulang pipih di antaranya tulang belikat, tulang dada, tulang panggul, tulang tengkorak, tulang bahu, dan lain-lain.
c. Tulang Pendek
Tulang pendek bentuknya tidak beraturan dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi sumsum merah dengan fungsi yang sama. Beberapa tulang yang termasuk kelompok tulang pendek di antaranya tulang jari-jari kaki, telapak kaki, tulang telapak tangan, jari-jari tangan, tulang pergelangan tangan, ruas-ruas tulang belakang, dan lain-lain.
Fungsi Rangka
Fungsi Rangka
Rangka tersusun dari tulang-tulang yang bersambungan satu sama lain melalui sistem persendian. Bagi tubuh, rangka berfungsi:
a. memberi bentuk dan penegak tubuh;
b. sebagai tempat pembuatan sel darah merah;
c. melindungi bagian-bagian tubuh yang vital, seperti jantung, paru-paru, otak, mata, dan lain-lain;
d. sebagai alat gerak pasif; serta
e. sebagai tempat sangkutan otot-otot rangka.
Karena sangat pentingnya rangka bagi tubuh, kita harus benar-benar memperhatikan perlindungannya jangan sampai tulang itu kena benturan atau patah.
Rangka tersusun dari tulang-tulang yang bersambungan satu sama lain melalui sistem persendian. Bagi tubuh, rangka berfungsi:
a. memberi bentuk dan penegak tubuh;
b. sebagai tempat pembuatan sel darah merah;
c. melindungi bagian-bagian tubuh yang vital, seperti jantung, paru-paru, otak, mata, dan lain-lain;
d. sebagai alat gerak pasif; serta
e. sebagai tempat sangkutan otot-otot rangka.
Karena sangat pentingnya rangka bagi tubuh, kita harus benar-benar memperhatikan perlindungannya jangan sampai tulang itu kena benturan atau patah.
Jenis-Jenis Tulang Rangka
Jenis-jenis Tulang Rangka
Rangka disusun oleh tulang dan persendian. Tulang-tulang manusia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tulang rawan (lunak) dan tulang keras.
a. Tulang Rawan
Tulang rawan adalah jenis tulang yang lunak. Lunaknya tulang rawan disebabkan karena unsur pembentuknya banyak mengandung zat organik yang disebut kondrin yang menyebabkan tulang rawan lentur. Selain itu, unsur pembentuknya juga banyak mengandung kolagen dan sedikit mengandung zat kapur.
Tulang rawan terdapat pada ujung-ujung tulang (persendian tulang), ujung hidung, daun telinga, persambungan tulang dada dan tulang rusuk, pada tulang pedang-pedangan, dan lain-lain.
Pada bagian luarnya, tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah dan saraf. Tulang ini hanya terdiri dari zat interseluler berbentuk jelly yang mengandung serat kalogen dan elastin. Pada zat interseluler terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna. Lakuna ini banyak mengandung kondrin.Di tinjau dari zat pembentuknya, tulang rawan terdiri dari tiga jenis, di antaranya:
1) Tulang rawan hyalin, berwarna putih kebiru-biruan yang mengandung serat-serat kalogen kondrin. Tulang ini terdapat pada rangka janin, ujung hidung, trakea, serta ujung-ujung tulang panjang.
2) Tulang rawan mengandung serabut-serabut elastin. Tulang ini terdapat pada daun telinga, saluran eustachius di telinga, dan pita suara.
3) Tulang rawan fibrosa mengandung banyak serabut kalogen sehingga kuat dan lebih kaku. Jenis tulang ini terdapat pada tulang kemaluan.
b. Tulang Keras
Tulang keras atau osteon di dalamnya mengandung senyawa kalsium dan fospat, sehingga tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras ini terdapat sistem Havers.Setiap sistem Havers tersebut terdiri dari canalis Havers, yakni suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang. Di dalam saluran ini terdapat pembuluh darah dan saraf untuk menyalurkan sari-sari makanan sehingga tulang dapat tumbuh.
Di sekeliling canalis Havers terdapat lamela-lamela yang melingkar dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler berkapur. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna yang berisi osteosit (sel tulang).
Rangka disusun oleh tulang dan persendian. Tulang-tulang manusia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tulang rawan (lunak) dan tulang keras.
a. Tulang Rawan
Tulang rawan adalah jenis tulang yang lunak. Lunaknya tulang rawan disebabkan karena unsur pembentuknya banyak mengandung zat organik yang disebut kondrin yang menyebabkan tulang rawan lentur. Selain itu, unsur pembentuknya juga banyak mengandung kolagen dan sedikit mengandung zat kapur.
Tulang rawan terdapat pada ujung-ujung tulang (persendian tulang), ujung hidung, daun telinga, persambungan tulang dada dan tulang rusuk, pada tulang pedang-pedangan, dan lain-lain.
Pada bagian luarnya, tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah dan saraf. Tulang ini hanya terdiri dari zat interseluler berbentuk jelly yang mengandung serat kalogen dan elastin. Pada zat interseluler terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna. Lakuna ini banyak mengandung kondrin.Di tinjau dari zat pembentuknya, tulang rawan terdiri dari tiga jenis, di antaranya:
1) Tulang rawan hyalin, berwarna putih kebiru-biruan yang mengandung serat-serat kalogen kondrin. Tulang ini terdapat pada rangka janin, ujung hidung, trakea, serta ujung-ujung tulang panjang.
2) Tulang rawan mengandung serabut-serabut elastin. Tulang ini terdapat pada daun telinga, saluran eustachius di telinga, dan pita suara.
3) Tulang rawan fibrosa mengandung banyak serabut kalogen sehingga kuat dan lebih kaku. Jenis tulang ini terdapat pada tulang kemaluan.
b. Tulang Keras
Tulang keras atau osteon di dalamnya mengandung senyawa kalsium dan fospat, sehingga tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras ini terdapat sistem Havers.Setiap sistem Havers tersebut terdiri dari canalis Havers, yakni suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang. Di dalam saluran ini terdapat pembuluh darah dan saraf untuk menyalurkan sari-sari makanan sehingga tulang dapat tumbuh.
Di sekeliling canalis Havers terdapat lamela-lamela yang melingkar dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler berkapur. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna yang berisi osteosit (sel tulang).
Soal-Soal Pertumbuhan Pada Manusia
A. Uji Pemahaman
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan menstruasi?
2. Apakah yang menyebabkan terjadinya menstruasi?
3. Sebutkan dan jelaskan tahapan pada siklus menstruasi!
4. Apakah yang dimaskud dengan menapouse?
5. Sebutkan 5 cara untuk menjaga kesehatan diri!
B. Soal pilihan
1. Di bawah ini merupakan urutan pertumbuhan dan perkembangan manusa yang benar adalah…
a. bayi-anak-anak-dewasa-remaja
b. bayi-remaja-anak-anak-dewasa
c. bayi-anak-anak-remaja-dewasa
d. bayi-dewasa-remaja-anak-anak
2. Di bawah ini yang bukan merupakan faktor yang menpengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah….
a. makanan
b. hormon pertumbuhan
c. faktor keturunan
d. suhu
3. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri kelamin sekunder pada anak perempuan di masa puber adalah……
a. dada bertambah bidang
b. tumbuhnya payudara
c. tumbuh rabut di ketiak
d. menstruasi
4. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri kelamin sekunder pada anak laki-laki adalah….
a. suara menjadi besar atau parau
b. tumbuhnya kumis
c. dada menjadi bidang
d. pinggul membesar
5. Masa puber dimulai pada usia….
a. 7 tahun
b. 11-13 tahun
c. 6 tahun
d. 21 tahun
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan menstruasi?
2. Apakah yang menyebabkan terjadinya menstruasi?
3. Sebutkan dan jelaskan tahapan pada siklus menstruasi!
4. Apakah yang dimaskud dengan menapouse?
5. Sebutkan 5 cara untuk menjaga kesehatan diri!
B. Soal pilihan
1. Di bawah ini merupakan urutan pertumbuhan dan perkembangan manusa yang benar adalah…
a. bayi-anak-anak-dewasa-remaja
b. bayi-remaja-anak-anak-dewasa
c. bayi-anak-anak-remaja-dewasa
d. bayi-dewasa-remaja-anak-anak
2. Di bawah ini yang bukan merupakan faktor yang menpengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah….
a. makanan
b. hormon pertumbuhan
c. faktor keturunan
d. suhu
3. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri kelamin sekunder pada anak perempuan di masa puber adalah……
a. dada bertambah bidang
b. tumbuhnya payudara
c. tumbuh rabut di ketiak
d. menstruasi
4. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri kelamin sekunder pada anak laki-laki adalah….
a. suara menjadi besar atau parau
b. tumbuhnya kumis
c. dada menjadi bidang
d. pinggul membesar
5. Masa puber dimulai pada usia….
a. 7 tahun
b. 11-13 tahun
c. 6 tahun
d. 21 tahun
Sunday, 9 October 2016
Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dan Ciri-cirinya
Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dan Ciri-cirinya
Manusia seperti halnya makhluk hidup yang lain, dapat tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dengan baik, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor yang datangnya dari luar, maupun dari dalam tubuh sendiri.
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor keturunan dan hormon pertumbuhan. Faktor keturunan adalah faktor yang diturunkan dari orang tua. Sebagai contoh, bila orang tua kita bertubuh tinggi, maka ada kemungkinan anak-anaknya akan bertubuh tinggi.
Hormon adalah zat yang dikeluarkan oleh tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai proses di dalam tubuh. Hormon pertumbuhan adalah hormon yang bekerja untuk mengatur pertumbuhan. Kekurangan atau kelebihan hormon pertumbuhan dapat mengganggu proses pertumbuhan. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan misalnya adalah makanan dan air. Agar tumbuh dengan baik, maka dibutuhkan makanan dan air yang cukup. Zat-zat makanan dibutuhkan dalam proses pembelahan sel dan proses-proses lainnya.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan setelah manusia dilahirkan terdiri atas beberapa tahap, yaitu bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan mati. Tahap bayi dimulai sejak janin dilahirkan sampai usia beberapa bulan dan dilanjutkan ke tahap anak-anak. Pertumbuhan anak laki-laki dan anak perempuan sampai usia 12 tahun kecepatannya seimbang.
Fase atau tahap remaja disebut juga masa puber adalah tahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Pada masa ini juga alat kelamin sudah mampu menghasilkan sel kelamin. Masa ini dimulai pada usia 11 sampai 13 tahun. Tahap ini ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder yang berupa perubahan-perubahan pada tubuh. Perubahan yang terjadi pada anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. Biasanya anak perempuan lebih cepat mengalami masa puber dibandingkan dengan anak laki-laki. Masa puber diakhiri pada menjelang usia 21 tahun.
Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan antara lain adalah terjadinya menstruasi, membesarnya payudara dan pinggul, serta tumbuhnya rambut di bagian-bagian tertentu seperti di ketiak dan kemaluan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki ditandai dengan terjadinya beberapa perubahan, yaitu suara menjadi besar atau parau, dada bertambah bidang, munculnya jakun, dan tumbuhnya kumis atau jambang.
Perubahan- perubahan yang terjadi pada masa puber di pengaruhi oleh hormon kelamin. Hormon kelamin dikeluarkan oleh kelenjar kelamin. Kelenjar kelamin pada laki-laki disebut testis, sedangkan kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium. Hormon kelamin pada perempuan, yaitu hormon progesterone dan estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Hormon kelamin pada laki-laki adalah hormon testosteron yang dikeluarkan oleh testis.
Manusia seperti halnya makhluk hidup yang lain, dapat tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dengan baik, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor yang datangnya dari luar, maupun dari dalam tubuh sendiri.
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor keturunan dan hormon pertumbuhan. Faktor keturunan adalah faktor yang diturunkan dari orang tua. Sebagai contoh, bila orang tua kita bertubuh tinggi, maka ada kemungkinan anak-anaknya akan bertubuh tinggi.
Hormon adalah zat yang dikeluarkan oleh tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai proses di dalam tubuh. Hormon pertumbuhan adalah hormon yang bekerja untuk mengatur pertumbuhan. Kekurangan atau kelebihan hormon pertumbuhan dapat mengganggu proses pertumbuhan. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan misalnya adalah makanan dan air. Agar tumbuh dengan baik, maka dibutuhkan makanan dan air yang cukup. Zat-zat makanan dibutuhkan dalam proses pembelahan sel dan proses-proses lainnya.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan setelah manusia dilahirkan terdiri atas beberapa tahap, yaitu bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan mati. Tahap bayi dimulai sejak janin dilahirkan sampai usia beberapa bulan dan dilanjutkan ke tahap anak-anak. Pertumbuhan anak laki-laki dan anak perempuan sampai usia 12 tahun kecepatannya seimbang.
Fase atau tahap remaja disebut juga masa puber adalah tahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Pada masa ini juga alat kelamin sudah mampu menghasilkan sel kelamin. Masa ini dimulai pada usia 11 sampai 13 tahun. Tahap ini ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder yang berupa perubahan-perubahan pada tubuh. Perubahan yang terjadi pada anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. Biasanya anak perempuan lebih cepat mengalami masa puber dibandingkan dengan anak laki-laki. Masa puber diakhiri pada menjelang usia 21 tahun.
Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan antara lain adalah terjadinya menstruasi, membesarnya payudara dan pinggul, serta tumbuhnya rambut di bagian-bagian tertentu seperti di ketiak dan kemaluan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki ditandai dengan terjadinya beberapa perubahan, yaitu suara menjadi besar atau parau, dada bertambah bidang, munculnya jakun, dan tumbuhnya kumis atau jambang.
Perubahan- perubahan yang terjadi pada masa puber di pengaruhi oleh hormon kelamin. Hormon kelamin dikeluarkan oleh kelenjar kelamin. Kelenjar kelamin pada laki-laki disebut testis, sedangkan kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium. Hormon kelamin pada perempuan, yaitu hormon progesterone dan estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Hormon kelamin pada laki-laki adalah hormon testosteron yang dikeluarkan oleh testis.
Pengertian Menstruasi
Yang dimaksud dengan menstruasi adalah terlepasnya lapisan dalam dinding rahim yang mengakibatkan adanya perdarahan kecil yang ke luar melalui kemaluan (vagina). Menstruasi terjadi jika sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma. Menstruasi merupakan suatu proses alami akibat adanya siklus rahim. Secara berkala rahim akan mengalami siklus 28 hari sekali sesuai dengan siklus indung telur.
Siklus menstruasi terdiri dari beberapa fase, yaitu fase menstruasi, proliperasi dan sekresi. Siklus diawali dengan penebalan selaput dinding rahim yang sengaja dipersiapkan untuk menerima kehamilan. Kelenjar lendir pada dinding rahim bertambah banyak dan tebal. Penebalan akan terus berlanjut, bila tidak terjadi kehamilan, maka selaput dinding rahim yang telah menebal akan luruh dan terkelupas serta keluar melalui vagina bersama dengan darah. Pengeluaran darah itulah yang disebut dengan menstruasi.
Lamanya menstruasi kurang lebih 5 hari. Jumlah darah menstruasi yang keluar adalah sekitar 50 ml. Menstruasi terdiri dari selaput lendir dari dinding rahim, kelenjar lendir, pembuluh darah, dan darah yang terdapat dalam pembuluh darah.
Hari pertama menstruasi, sisa selaput dinding rahim yang tipis lainnya mulai mengalami regenerasi dan menebal selama seminggu atau dua minggu fase ini dinamakan fase proliperasi. Fase berikutnya adalah fase sekresi yang biasanya berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini dinding rahim terus menebal, mengandung banyak pembuluh darah dan mensekresikan cairan. Jika tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan embrio, maka menstruasi baru akan dimulai lagi. Proses menstruasi diatur oleh hormon.
Menstruasi akan terus berulang setiap bulan, kecuali bila terjadi kehamilan sampai perempuan berusia 45 - 50 tahun saat perempuan mengalami mati haid atau menopause. Pada saat menstruasi kebersihan alat kelamin harus dijaga agar tidak menimbulkan penyakit. Selain itu, pada saat menstruasi dianjurkan untuk banyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Pembentukan sel darah merah yang baru dibutuhkan untuk menganti darah yang keluar pada saat menstruasi.
Siklus menstruasi terdiri dari beberapa fase, yaitu fase menstruasi, proliperasi dan sekresi. Siklus diawali dengan penebalan selaput dinding rahim yang sengaja dipersiapkan untuk menerima kehamilan. Kelenjar lendir pada dinding rahim bertambah banyak dan tebal. Penebalan akan terus berlanjut, bila tidak terjadi kehamilan, maka selaput dinding rahim yang telah menebal akan luruh dan terkelupas serta keluar melalui vagina bersama dengan darah. Pengeluaran darah itulah yang disebut dengan menstruasi.
Lamanya menstruasi kurang lebih 5 hari. Jumlah darah menstruasi yang keluar adalah sekitar 50 ml. Menstruasi terdiri dari selaput lendir dari dinding rahim, kelenjar lendir, pembuluh darah, dan darah yang terdapat dalam pembuluh darah.
Hari pertama menstruasi, sisa selaput dinding rahim yang tipis lainnya mulai mengalami regenerasi dan menebal selama seminggu atau dua minggu fase ini dinamakan fase proliperasi. Fase berikutnya adalah fase sekresi yang biasanya berlangsung selama dua minggu. Pada fase ini dinding rahim terus menebal, mengandung banyak pembuluh darah dan mensekresikan cairan. Jika tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan embrio, maka menstruasi baru akan dimulai lagi. Proses menstruasi diatur oleh hormon.
Menstruasi akan terus berulang setiap bulan, kecuali bila terjadi kehamilan sampai perempuan berusia 45 - 50 tahun saat perempuan mengalami mati haid atau menopause. Pada saat menstruasi kebersihan alat kelamin harus dijaga agar tidak menimbulkan penyakit. Selain itu, pada saat menstruasi dianjurkan untuk banyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Pembentukan sel darah merah yang baru dibutuhkan untuk menganti darah yang keluar pada saat menstruasi.
Soal-Soal Latihan Pertumbuhan Pada Makhluk Hidup
1. Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil terjadi karena adanya aktivitas yang dilakukan oleh......
a. ujung akar b. kambium
c. ujung batang d. daun
2. Etiolasi adalah.......
a. pertumbuhan yang lambat di tempat yang terang
b. pertumbuhan yang cepat di tempat yang gelap
c. pertumbuhan yang lambat di tempat yang gelap
d. pertumbuhan yang cepat di tempat yang terang
3. Hormon tumbuhan yang berperan dalam pematangan buah adalah....
a. auksin b. auksin
c. sitokinin d. Gas etilen
4. Di bawah ini yang merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang banyak adalah....
a. seng b. besi
c. nitrogen d. tembaga
5. Hewan yang perkembangannya berasal dari tiga lapisan germinal (ektoderm, mesoderm dan endoderm) disebut hewan.....
a. diplobastik b. monoblastik
c. tripoblastik d. Poliblastik
6. Yang merupakan hewan bersifat dipoblastik adalah.....
a. Platyhelminthes b. Coelenterata
c. Mammalia d. Annelida
7. Di bawah ini yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah.....
a. kupu-kupu, lebah dan nyamuk
b. capung, belalang, dan jengkrik
c. lebah, kecoa dan belalang
d. belalang, kecoa dan kupu-kupu
8. Tahapan metamorfosis sempurna yang benar adalah ..........
a. telur - imago - larva - pupa
b. telur - larva - pupa - imago
c. telur - pupa - larva - imago
d. telur - larva - imago - pupa
9. Perkembangan lapisan ektoderm pada embrio mammalia akan menjadi ......
a. tulang, otot, saluran pencernaan
b. saraf, kulit dan alat indera
c. saluran pernapasan, saluran pencernaan, tulang
d. kulit, hati, pembuluh darah
10. Pada tumbuhan paku, spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi.....
a. protalium b. Protonema
c. tumbuhan paku d. Sporangium
11. Bagian yang menghasilkan sperma dan sel telur pada ubur-ubur disebut......
a. skifistoma b. medusa
c. strobila d. efira
12. Pada belalang, capung dan kecoa telur akan berkembang menjadi.....
a. imago b. larva
c. pupa d. Nimfa
13. Pada tumbuhan paku, bagian yang menghasilkan anteridium dan arkegonium adalah....
a. protalium
b. sporangium
c. protonema
d. Tumbuhan paku
14. Fase makan yang dialami kupu-kupu dalam tahapan metamorfosis sempuna sebenarnya adalah fase...........
a. larva b. imago
c. pupa d. nimfa
15. Sel sperma dan sel telur pada lumut dihasilkan oleh.....
a. protalium
b. Tumbuhan lumut
c. protonema
d. sporangium
a. ujung akar b. kambium
c. ujung batang d. daun
2. Etiolasi adalah.......
a. pertumbuhan yang lambat di tempat yang terang
b. pertumbuhan yang cepat di tempat yang gelap
c. pertumbuhan yang lambat di tempat yang gelap
d. pertumbuhan yang cepat di tempat yang terang
3. Hormon tumbuhan yang berperan dalam pematangan buah adalah....
a. auksin b. auksin
c. sitokinin d. Gas etilen
4. Di bawah ini yang merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang banyak adalah....
a. seng b. besi
c. nitrogen d. tembaga
5. Hewan yang perkembangannya berasal dari tiga lapisan germinal (ektoderm, mesoderm dan endoderm) disebut hewan.....
a. diplobastik b. monoblastik
c. tripoblastik d. Poliblastik
6. Yang merupakan hewan bersifat dipoblastik adalah.....
a. Platyhelminthes b. Coelenterata
c. Mammalia d. Annelida
7. Di bawah ini yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah.....
a. kupu-kupu, lebah dan nyamuk
b. capung, belalang, dan jengkrik
c. lebah, kecoa dan belalang
d. belalang, kecoa dan kupu-kupu
8. Tahapan metamorfosis sempurna yang benar adalah ..........
a. telur - imago - larva - pupa
b. telur - larva - pupa - imago
c. telur - pupa - larva - imago
d. telur - larva - imago - pupa
9. Perkembangan lapisan ektoderm pada embrio mammalia akan menjadi ......
a. tulang, otot, saluran pencernaan
b. saraf, kulit dan alat indera
c. saluran pernapasan, saluran pencernaan, tulang
d. kulit, hati, pembuluh darah
10. Pada tumbuhan paku, spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi.....
a. protalium b. Protonema
c. tumbuhan paku d. Sporangium
11. Bagian yang menghasilkan sperma dan sel telur pada ubur-ubur disebut......
a. skifistoma b. medusa
c. strobila d. efira
12. Pada belalang, capung dan kecoa telur akan berkembang menjadi.....
a. imago b. larva
c. pupa d. Nimfa
13. Pada tumbuhan paku, bagian yang menghasilkan anteridium dan arkegonium adalah....
a. protalium
b. sporangium
c. protonema
d. Tumbuhan paku
14. Fase makan yang dialami kupu-kupu dalam tahapan metamorfosis sempuna sebenarnya adalah fase...........
a. larva b. imago
c. pupa d. nimfa
15. Sel sperma dan sel telur pada lumut dihasilkan oleh.....
a. protalium
b. Tumbuhan lumut
c. protonema
d. sporangium
Metagenesis
Metagenesis atau pergiliran keturunan merupakan proses perkembangbiakan secara bergiliran antara perkembangbiakan kawin (seksual) dan perkembangbiakan tak kawin (aseksual). Metagenesis dapat terjadi pada hewan, seperti pada ubur-ubur kuping ataupun pada tumbuhan, seperti pada tumubuhan lumut dan paku.
1. Metagenesis pada ubur-ubur
Bagaimanakah proses metagenesis pada ubur-ubur? Perhatikanlah gambar 1.11!
Ubur-ubur kuping dewasa disebut medusa karena berbentuk seperti payung dan dapat berenang bebas. Ubur-ubur dewasa berkelamin terpisah, ubur-ubur betina menghasilkan sel telur, sedangkan ubur-ubur jantan mengeluarkan sel sperma. Telur ubur-ubur yang telah dibuahi oleh sperma akan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva yang memiliki rambut getar (silia) yang dinamakan Planula. Planula merupakan larva yang dapat berenang bebas. Kemudian Planula akan menempel pada tempat yang cocok seperti batu karang. Planula tersebut akan tumbuh membentuk truktur seperti treompet yang disebut skifistoma. Skifistoma kemudian akan membelah membentuk strobila yang berupa tumpukan seperti mangkuk. Selanjutnya strobila akan membentuk ubur-ubur muda yang disebut efira. Efira akan berkembang menjadi medusa atau ubur-ubur dewasa.
Perkembangan bentuk dari skifistoma menuju strobila merupakan tahapan perekembangbiakan secara tak kawin pada ubur-ubur adalah dari bentuk skifistoma berkembang menjadi strobila, sedangkan perkembangan secara kawin, adalah tahap pengeluaran sel telur dan sperma oleh medusa sampai menjadi planula.
a. Metagenesis pada tumbuhan lumut
Tumbuhan yang melakukan metagenesis adalah tumbuhan lumut dan tumbuhan paku. Pada tumbuhan lumut dan paku perkembangbiakan secara kawin ditandai dengan dihasilkannya sel sperma dan sel telur, sedangkan secara tak kawin ditandai dengan dihasilkannya spora.
Perhatikanlah pergiliran keturunan pada lumut dari gambar 1.12! Perkembangan lumut diawali dari spora. Jika spora lumut jatuh di tempat yang cocok akan berkembang menjadi benang-benag yang disebut protonema. Protonema kemudian tumbuh tumbuhan lumut (gametofit) yang menghasilkan alat kelamin jantan atau anteridium dan alat kelamin betina atau arkegonium. Anteridium menghasilkan sel sperma, sedangkan arkegonium menghasilkan sel telur. Sperma akan membuahi sel telur dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit terdiri atas kaki, tangkai, dan sporangium yang menghasilkan spora.
b. Metagenesis pada tumbuhan paku
Seperti halnya pada tumbuhan lumut, pada tumbuhan paku perkembangbiakan secara tidak kawin ditandai dengan dihasilkannya spora dan perkembangbiakan secara kawin ditandai dengan dihasilkannya sel telur dan sel sperma.
Metagensis pada tumbuhan paku diawali dengan jatuhnya spora ke tempat lembab. Spora akan tumbuh membentuk lembaran-lembaran berbentuk jantung yang disebut protalium. Protalium dapat menghasilkan anteridium dan arkegonium yang keduanya dapat menghasilkan sel gamet. Oleh karena itu protalim merupakan fase gametofit. Anteridum menghasilkan sperma, sedangkan arkegonium menghasilkan sel telur. Sperma yang membuahi sel telur akan membentuk zigot. Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku menghasilkan spora yang disimpan di dalam kotak spora atau sporangium. Sporangium terkumpul dalam suatu tempat yang disebut sorus. Kaena tumbuhan paku dapat menghasilkan sopra, maka tumbuhan paku disebut fase sporofit.
Metamorfosis pada Hewan
Metamorfosis
Pada beberapa jenis hewan, seperti serangga dan katak, dalam perkembangan individunya mengalami perubahan bentuk dari satu tahap ke tahap selanjutnya sampai terbentuk makhluk hidup dewasa. Proses pertumbuhan dan perkembangan yang demikian dinamakan metamorfosis. Metamorfosis dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
1. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna merupakan metamorfosis yang pada setiap tahap perubahan bentuk dapat dibedakan dengan jelas. Makhluk hidup yang mengalami metamorfosis sempurna contohnya adalah kupu-kupu, nyamuk dan katak. Tahap metamorfosis sempurna diawali dari telur menjadi larva kemudian pupa dan terakhir tahap dewa (imago).
Bentuk larva sangat berbeda dibandingkan dengan bentuk dewasanya. Larva dapat bergerak aktif untuk mencari makan. Tahapan larva disebut sebagai tahapan makan, karena pada tahapan ini, aktif mengumpulkan energi dengan terus menerus makan. Ukuran larva dapat tumbuh membesar dengan didahului oleh pergantian kulit yang disebut eksdisis atau molting, sampai tahap tertentu larva akan bersifat inaktif atau menjadi pupa.
Pupa atau kepompong dari luar terlihat tidak melakukan kegiatan apapun, akan tetapi pada tahap ini aktivitas metabolisme tetap berlangsung. Pada tahap ini terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ-organ tubuh seperti sayap dan antena. Jika semua organ telah terbentuk, maka munculah individu dewasa (Imago). Pada tahap dewasa ini serangga sudah dapat melakukan perkembangbiakan.
Perhatikanlah gambar 1.8 Jika kupu-kupu bertelur, telur yang telah dibuahi biasanya melekat pada permukaan bawah daun. Telur tersebut akan menetas dalam beberapa hari menjadi larva atau ulat. Larva akan mengalami pergantian kulit sebanyak beberapa kali. Setelah mengalami beberapa kali pergantian kulit, larva akan membentuk benag-benang yang dipintal untuk menyelubungi dirinya membentuk pupa. Setelah 2 minggu pupa akan membuka dan kupu-kupu dewasa akan keluar dari dalam.
Metamorfosis sempurna juga dialami oleh katak, akan tetapi berbeda dengan metamorfosis yang dilakukan serangga. Metamorfosis pada katak tidak dengan adanya pergantian kulit. Perhatikanlah gambar 1.9 di bawah ini !
Jika telur katak dibuahi oleh sperma, maka akan terbentuk zigot. Zigot akan menetas menjadi berudu setelah dua hari. Berudu tidak mempunyai kaki tetapi memiliki sirip dan ekor. Berudu yang baru menetas, bernapas dengan insang luar. Setelah tiga hari berudu mulai berenang dan memakan tumbuhan kecil. Insang luar akan berangsur-angsur menghilang dan digantikan oleh insang dalam anatara umur 1 - 4 minggu. Setelah terbentuk insang dalam yang ditutupi oleh tutup insang, berudu pun bernapas dengan insang dalam.Kaki belakang dan gelembung paru-paryu mulia terbentu setlah berudu berumu 8 minggu. Umur 10 minggu kaki depan terbentu, ekor mulai memendek dan paru-paru terbentu.. Setelah 12 minggu berudu berubah menjadi katak muda dan berpindah ke darat. Katak muda terus tumbuh dan berkembang menjadi katak dewasa.
2. Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna tidak melewati tapan-tahapan dengan bentuk yang berbeda. Setiap tahap bentuknya sama hanya mengalami pembesaran tubuh dan pergantian kulit. Metamorfosis tidak sempurna, di antaranya dilakukan oleh belalang, capung, kecoa dan jengkrik.
Tahapan metamorfosis tidak sempurna adalah telur menetas menjadi nimfa dan nimfa akan berkembang menjadi dewasa. Nimfa adalah serangga muda yang bentuk dan sifat sama dengan tahap dewasa, namun alat perkembangbiakan dan sayapnya belum sempurna. Untuk mempelajari metamorfosis tidak sempurna, perhatikanlah gambar 3 yang merupakan metamorfosis tidak sempurna pada belalang sawah.
Jika sel telur belalang dibuahi oleh sperma, maka akan terbentuk zigot. Zigot akan menetas menjadi nimfa yang tidak berwarna atau bening dalam waktu 1 - 3 bulan. Nimfa akan mengalami pergantian kulit sampai 13 kali. Tubuh nimfa akan semakin membesar dan warnanya pun menjadi coklat. Pada pergantian kulit yang terakhir akan keluar tunas sayap di bagian dada juga alat-alat perkembangbiakan mulai berkembang. Nimfa tumbuh menjadi belalang dewasa dan dilengkapi oleh saya serta siap untuk melakukan reproduksi. Seluruh proses metamorfosis tidak sempurna pada balalang sawah membutuhkan waktu antara satu sampai satu setengah tahun.
Pada beberapa jenis hewan, seperti serangga dan katak, dalam perkembangan individunya mengalami perubahan bentuk dari satu tahap ke tahap selanjutnya sampai terbentuk makhluk hidup dewasa. Proses pertumbuhan dan perkembangan yang demikian dinamakan metamorfosis. Metamorfosis dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
1. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna merupakan metamorfosis yang pada setiap tahap perubahan bentuk dapat dibedakan dengan jelas. Makhluk hidup yang mengalami metamorfosis sempurna contohnya adalah kupu-kupu, nyamuk dan katak. Tahap metamorfosis sempurna diawali dari telur menjadi larva kemudian pupa dan terakhir tahap dewa (imago).
Bentuk larva sangat berbeda dibandingkan dengan bentuk dewasanya. Larva dapat bergerak aktif untuk mencari makan. Tahapan larva disebut sebagai tahapan makan, karena pada tahapan ini, aktif mengumpulkan energi dengan terus menerus makan. Ukuran larva dapat tumbuh membesar dengan didahului oleh pergantian kulit yang disebut eksdisis atau molting, sampai tahap tertentu larva akan bersifat inaktif atau menjadi pupa.
Pupa atau kepompong dari luar terlihat tidak melakukan kegiatan apapun, akan tetapi pada tahap ini aktivitas metabolisme tetap berlangsung. Pada tahap ini terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ-organ tubuh seperti sayap dan antena. Jika semua organ telah terbentuk, maka munculah individu dewasa (Imago). Pada tahap dewasa ini serangga sudah dapat melakukan perkembangbiakan.
Perhatikanlah gambar 1.8 Jika kupu-kupu bertelur, telur yang telah dibuahi biasanya melekat pada permukaan bawah daun. Telur tersebut akan menetas dalam beberapa hari menjadi larva atau ulat. Larva akan mengalami pergantian kulit sebanyak beberapa kali. Setelah mengalami beberapa kali pergantian kulit, larva akan membentuk benag-benang yang dipintal untuk menyelubungi dirinya membentuk pupa. Setelah 2 minggu pupa akan membuka dan kupu-kupu dewasa akan keluar dari dalam.
Metamorfosis sempurna juga dialami oleh katak, akan tetapi berbeda dengan metamorfosis yang dilakukan serangga. Metamorfosis pada katak tidak dengan adanya pergantian kulit. Perhatikanlah gambar 1.9 di bawah ini !
Jika telur katak dibuahi oleh sperma, maka akan terbentuk zigot. Zigot akan menetas menjadi berudu setelah dua hari. Berudu tidak mempunyai kaki tetapi memiliki sirip dan ekor. Berudu yang baru menetas, bernapas dengan insang luar. Setelah tiga hari berudu mulai berenang dan memakan tumbuhan kecil. Insang luar akan berangsur-angsur menghilang dan digantikan oleh insang dalam anatara umur 1 - 4 minggu. Setelah terbentuk insang dalam yang ditutupi oleh tutup insang, berudu pun bernapas dengan insang dalam.Kaki belakang dan gelembung paru-paryu mulia terbentu setlah berudu berumu 8 minggu. Umur 10 minggu kaki depan terbentu, ekor mulai memendek dan paru-paru terbentu.. Setelah 12 minggu berudu berubah menjadi katak muda dan berpindah ke darat. Katak muda terus tumbuh dan berkembang menjadi katak dewasa.
2. Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna tidak melewati tapan-tahapan dengan bentuk yang berbeda. Setiap tahap bentuknya sama hanya mengalami pembesaran tubuh dan pergantian kulit. Metamorfosis tidak sempurna, di antaranya dilakukan oleh belalang, capung, kecoa dan jengkrik.
Tahapan metamorfosis tidak sempurna adalah telur menetas menjadi nimfa dan nimfa akan berkembang menjadi dewasa. Nimfa adalah serangga muda yang bentuk dan sifat sama dengan tahap dewasa, namun alat perkembangbiakan dan sayapnya belum sempurna. Untuk mempelajari metamorfosis tidak sempurna, perhatikanlah gambar 3 yang merupakan metamorfosis tidak sempurna pada belalang sawah.
Jika sel telur belalang dibuahi oleh sperma, maka akan terbentuk zigot. Zigot akan menetas menjadi nimfa yang tidak berwarna atau bening dalam waktu 1 - 3 bulan. Nimfa akan mengalami pergantian kulit sampai 13 kali. Tubuh nimfa akan semakin membesar dan warnanya pun menjadi coklat. Pada pergantian kulit yang terakhir akan keluar tunas sayap di bagian dada juga alat-alat perkembangbiakan mulai berkembang. Nimfa tumbuh menjadi belalang dewasa dan dilengkapi oleh saya serta siap untuk melakukan reproduksi. Seluruh proses metamorfosis tidak sempurna pada balalang sawah membutuhkan waktu antara satu sampai satu setengah tahun.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia, seperti halnya tumbuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar.
1. Faktor Dalam
Faktor yang berasal dari dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan adan manusia adalah gen dan hormon. Gen adalah faktor keturunan yang diwariskan. Gen merupakan faktor yang penting dalam penentuan pola pertumbuhan seperti warna kulit, ukuran tingi bada, bentuk rangka, otot dan lain sebagainya.
Hormon dapat mengatur pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Hormon yang berperan dalam pertumbuhan adalah hormon somatotrof (hormon pertumbuan). Jika kekurangan hormonsomatotrof, maka orang tersebut akan mengalami kekerdilan sebaliknya jika seseorang kelebihan hormon somatotrof, maka akan mengalami pertumbuhan raksasa atau gigantisme.
2. Faktor Luar
Faktor yang datang dari luar yang mepengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah makanan, air, sinar matahari dan aktivitas. Agar dapat tumbuh dan berkembang hewan dan manudia sangat membutuhkan makanan dan air, karena salah satu fungsi makanan adalah pembangun sel-sel yang baru dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Makanan yang berperan dalam pertumbuhan terutama adalah makanan yang banyak mengandung protein, seperti telur, ikan, susu, daging, dan kacang-kacangan.
Air diperlukan oleh makhluk hidup untuk pertumbuhan, karena air di dalam tubuh mempunyai banyak fungsi yang menunjang bagi pertumbuhan tubuh. Fungsi dari air di antaranya adalah media untuk terjadinya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh seperti sintesia protein dan respirasi sel. Dengan adanya reaksi kimia tersebut, maka dihasilkan energi yang dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baru dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
Sinar matahari dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Dengan bantuan sinar matahari, provitamin D yang terdapat di dalam kulit diubah menjadi vitamin D yang dibutuhkan untuk membentuk tulang.
Aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari dapat mempengaruhi pertumbuhan terutama pertumbuhan struktur otot dan tulang. Jika seseorang melakukan olahraga secara teratur, maka otot-otot tubuhnya dapat berkembang dengan baik. Selain itu dengan banyaknya bergerak seperti berolah raga dapat meningkatkan proses metabolisme dan badan menjadi sehat.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Sama halnya dengan makhluk hidup yang lain, hewan pun dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan pada hewan adalah hasil dari pembelahan sel-sel tubuh sehingga tubuh menjadi membesar dan memanjang. Perkembangan pada hewan adalah hasil dari diferensiasisel-sel yang telah membelah. Diferensiasi adalah proses pembentukan sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus yang selanjutnya akan membentuk jaringan dan organ
Perkembangan pada hewan diawali dengan pertemuan antara sel telur dan sel sperma sehingga terbentuk zigot. Zigot akan membelah menjadi 2. Dari 2 membelah menjadi 4, kemudin menjadi 8, 16, 32 demikian seterusnya sampai akhirnya berbentuk seperti bola padat yang disebut morula. Morula kemudian akan membetuk blastula yang di bagian tengahnya terdapat rongga berisi cairan yang disebut blastosoel. Blastula kemudian akan membentuk gastrula. Gastrula berbentuk seperti mangkuk yang mempunyai tiga lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah) dan endoderm (lapisan dalam). Ketiga lapisan tersebut kemudian akan berdiferensiasi menjadi jaringan-jaringan khusus, kemudian akan berkembang menjadi organ-organ.
Setiap makhluk hidup mempunyai pola perkembangan yang tidak sama. Beberapa makhluk hidup berkembang dari dua lapis sel, yaitu ektoderm dan endoderm, misalnya Porifera dan Coelenterata. Makhluk hidup yang berkembang dari dua lapis germinal (ektoderm dan endoderm) digolongkan sebagai makhluk hidup dipoblastik. Hewan yang perkembangan tubuhnya berasal dari 3 lapisan germinal (ektoderm, mesaderm, endoderm) disebut tripoblastik, contohnya Annelida, Platyhelminthes vertebrata.
Pada hewan menyusui, zigot berkembang sampai menjadi individu sempurna di dalam rahim induk betina. Masa perkembangan zigot menjadi individu sempurna (janin) disebut masa kehamilan. Masa kehamilan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain berbeda-beda.
Sama halnya dengan makhluk hidup yang lain, hewan pun dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan pada hewan adalah hasil dari pembelahan sel-sel tubuh sehingga tubuh menjadi membesar dan memanjang. Perkembangan pada hewan adalah hasil dari diferensiasisel-sel yang telah membelah. Diferensiasi adalah proses pembentukan sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus yang selanjutnya akan membentuk jaringan dan organ
Perkembangan pada hewan diawali dengan pertemuan antara sel telur dan sel sperma sehingga terbentuk zigot. Zigot akan membelah menjadi 2. Dari 2 membelah menjadi 4, kemudin menjadi 8, 16, 32 demikian seterusnya sampai akhirnya berbentuk seperti bola padat yang disebut morula. Morula kemudian akan membetuk blastula yang di bagian tengahnya terdapat rongga berisi cairan yang disebut blastosoel. Blastula kemudian akan membentuk gastrula. Gastrula berbentuk seperti mangkuk yang mempunyai tiga lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah) dan endoderm (lapisan dalam). Ketiga lapisan tersebut kemudian akan berdiferensiasi menjadi jaringan-jaringan khusus, kemudian akan berkembang menjadi organ-organ.
Setiap makhluk hidup mempunyai pola perkembangan yang tidak sama. Beberapa makhluk hidup berkembang dari dua lapis sel, yaitu ektoderm dan endoderm, misalnya Porifera dan Coelenterata. Makhluk hidup yang berkembang dari dua lapis germinal (ektoderm dan endoderm) digolongkan sebagai makhluk hidup dipoblastik. Hewan yang perkembangan tubuhnya berasal dari 3 lapisan germinal (ektoderm, mesaderm, endoderm) disebut tripoblastik, contohnya Annelida, Platyhelminthes vertebrata.
Pada hewan menyusui, zigot berkembang sampai menjadi individu sempurna di dalam rahim induk betina. Masa perkembangan zigot menjadi individu sempurna (janin) disebut masa kehamilan. Masa kehamilan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain berbeda-beda.
Faktor-Faktor yang Mepengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor dalam dan ada faktor luar.
1. Faktor Luar
a. Makanan (nutrisi) dan air
Tumbuhan membutuhkan makanan untuk tumbuh dan berkembang. Nutrisi tumbuhan pada umumnya diambil dari dalam tanah dan dari udara. Nutrisi yang diambil dari dalam tanah berupa unsur-unsur kimiawi. Berdasarkan penelitian ada empat belas jenis unsur yang selalu ditemukan pada tumbuhan. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut makronutrien, yaitu karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikronutrien seperti besi, seng, dan tembaga. Setiap unsur mempunyai fungsi tersediri bagi tumbuhan. Bila tumbuhan kekurangan salah satu unsur, maka akan mengganggu pertumbuhannya, misalnya bila tumbuhan kekurangan magnesium akan menyebabkan daun menguning atau klorosis. Hal ini terjadi karena magnesium dibutuhkan untuk pembentukan klorofil. Bahan yang lain yang diperlukan tumbuhan adalah karbondioksida. Karbondioksida diambil dari udara dan digunakan untuk fotosintesis.
Selain nutrisi, tumbuhan juga membutuhkan air. Air diperlukan untuk fotosintesis, selain itu air juga diperlukan untuk perkecambahan. Bila tidak ada air, maka perkecambahan tidak mungkin dapat terjadi.
b. Suhu
Tumbuhan memerlukan suhu tertentu agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Suhu berpengaruh pada kerja enzim. Pada suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, enzim-enzim yang berperan dalam berbagai aktivitas tubuh tidak dapat bekerja bahkan dapat menjadi rusak. Suhu optimum yang baik untuk pertumbuhan tumbuhan adalah 10ºC - 38º C. Pada umumnya tumbuhan tidak dapat tumbuh pada suhu dibawah 0ºC dan di atas 40ºC.
c. Kelembaban
Kelembaban udara dan tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Tanah dan udara yang lembab, baik untuk pertumbuhan tumbuhan. Kelembaban berhubungan dengan penguapan air. Bila udara lembab, maka penguapan akan sedikit dan bila tanah lembab, maka banyak air yang diserap tumbuhan. Kondisi yang demikian mendukung bagi pertumbuhan tumbuhan.
d. Cahaya
Cahaya diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Cahaya mutlak diperlukan untuk fotosintesis. Cahaya juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Pada umumnya cahaya dapat menghambat pemanjangan tumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan dengan menyimpan tanaman di tempat yang gelap, maka pertumbuhan tumbuhan tersebut akan lebih cepat dibandingkan dengan tumbuhan yang disimpan ditempat yang cukup terkena sinar matahari. Akan tetapi tumbuhan yang disimpan di tempat gelap lebih pucat, kurus dan daunnya tidak berkembang. Peristiwa demikian dinamakan etiolasi.
2. Faktor Dalam
a. Gen
Gen merupakan faktor pembawa sifat yang dapat diturunkan pada keturunannya. Gen berperan dalam mengontrol berbagai reaksi kimiawi di dalam sel, seperti sintesa protein. Gen dapat mengatur pola pertumbuhan melalui sifat yang diturunkannya, misalnya jika gen yang terdapat apa suatu tumbuhan membawa sifat tubuh tinggi, maka keturunan tumbuhan tersebut akan tinggi
b. Hormon
Hormon berperan dalam mengatur pertumbuhan, misalnya dalam merangsang pembelahan sel, pemanjangan sel atau bersifat menghambat pertumbuhan. Hormon tumbuhan disebut juga fitohormon. Fitohormon yang telah dikenal di antaranya adalah auksin, giberilin dan sitokinin.
Auksin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada tumbuhan. Hormon ini dibuat pada ujung batang (tunas), daun muda dan kuncup bunga. Auksin berfungsi untuk mengatur pembesaran sel, memacu pemanjangan sel, meningkatkan perkembangan bunga dan buah, merangsang pembelahan sel-sel kambium dan merangsang perkembangan akar.
Giberilin merupkan hormon yang ditemukan pada semua bagian tumbuhan, seperti pucuk batang, ujung akar, bunga, buah dan terutama biji. Giberilin berfungsi untuk merangsang perkecambahan dan tunas, pemanjangan batang, dan merangsang pembelahan sel.
Sitokinin adalah hormon tumbuhan yang disintesis di akar, kemudian akan diangkut ke berbagai organ tumbuhan. Sitokinin yang pertama kali ditemukan adalah kinetin. Sitokinin, berfungsi untuk merangsang pembelahan dan pembentukan tunas pada batang, menghambat penuaan dan mempengaruhi pertumbuhan akar, juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Selain ketiga hormon di atas, pada tumbuhan juga ditemukan hormon yang lain, seperti gas etilen yang berperan dalam pematangan buah dan asam absitat yang berperan untuk merangsang penutupan stomata pada saat musim kering untuk mengurangi penguapan, membantu pengguguran daun dan menunda pertumbuhan (dormansi).
Subscribe to:
Comments (Atom)